Pages

Tampilkan postingan dengan label kehidupan senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan senja. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Agustus 2014

Gadis Wajah-wajah itu

“Bagaimana cewek ini, cantik tidak?”
“Siapa tuh?”
“Udah jawab aja, cantik apa nggak?”
Lagi-lagi gadis dengan wajah-wajah itu. Muka bulat sempurna dengan kacamata frame penuh, kulit sawo matang, bibir tipis dan hidung yang tak bisa disebut mancung. Selalu seperti itu. Tak sadarkah ia bahwa pertanyaan dan gerak-geriknya ketika menunjukkan foto seorang gadis itu terlalu retorika dihadapanku?
“Hei, bagaimana?”
“Ca..cantik kok!”
“Sudah kuduga. Memang dia cantik.”
“Eh, enggak cantik ding.”
“Ah kamu iri aja. Kalo kata kakak perempuanku cewek cantik emang banyak yang iri. Bagaimana juga aku kadung naksir dia”
Sore ini, kafe ini. Aku kembali merasakan apa yang disebut iri pada gadis wajah-wajah itu. Bukan karena menurutku ia cantik, namun karena kamu yang menyebut ia cantik. Cukup kamu.  



Kamis, 27 Maret 2014

Suatu Angan di Tempat yang Salah

Hai sayangku yang manis,
Kali ini saya mengakui kiranya saya salah memilih tempat untuk menyinggahkan angan, padahal kau tahu saya terlanjur telah menarik angan saya yang sebelumnya saya titipkan pada langit malam berkabut hingga malam ini saya merasa apa yang biasa mereka sebut kalut.
Malam ini perasaan terus membuncah, antara datang dan pergi antara pagi dan malam antara pilihan dan keputusan. Tak penting lagi bagaimana anganku yang terlanjur terpajang di ruang dindingmu yang sangat dingin. Aku terlanjur ingin kembali menjadi individu yang tak terikat oleh apapun dan siapapun. Slogan-sloganmu yang manis itu kini terdengar seperti suara caleg murahan menjelang bulan lima itu membuang segala simbol manusia sebagai makhluk sosial yang mendoktrin sejak baju putih merah. Aku ingin bebas
Ingatlah walau kau mungkin sudah melupakanku diam-diam aku masih mengingat meski baru sekarang aku menyadari: kau tempat yang salah

Rabu, 12 Maret 2014

Spekulasi Tentang Mimpi

Banyak orang berspekulasi penyebab adanya mimpi buruk. Pertama karena pas tidur kamu hipoksia jadi biar nggak terus-terusan hipoksia jadi tubuh punya kompensasi berupa mimpi buruk biar kamu cepet bangun. Sedang spekulasi lain mengatakan kalo mimpi buruk itu didatangkan supaya kamu bisa tahu kalau bentar lagi dapat rejeki. Ini benar-benar aneh.
Pagi tadi saya mimpi buruk. Penyebabnya mungkin karena saya salah jam tidur, biasa mulai tidur jam 12 kemarin malam jadi jam 7, sehabis isya saya langsung tidur. setelah terbangun jam 12 malam, saya kembali tidur dan mimpi buruk benar-benar terjadi.
Saya tak bakal bercerita panjang lebar tentang mimpi itu, yang jelas saya merasa mimpi itu terjadi dalam beberapa hari, padahal ketika saya terbangun ternyata saya baru tertidur 1 jam. tapi mimpi itu benar-benar menguras emosi sampai-sampai saya masih menangis ketika terbangun. Entah karena saya ketakutan atau karena saya bahagia karena semua itu ternyata bukan kehidupan nyata.
Dari situlah saya mendapat spekulasi baru tentang mimpi buruk: mimpi itu datang buat memperingatkan. Mimpi itu membikin saya sadar hal yang paling saya takutkan itu bakal datang, cepat atau lambat, siap atau tidak

Kata Orang Wanita Tidak Kritis

      Wanita diciptakan untuk laki-laki, dan atas kemauan laki-laki. Kemudian wanita menjadi pelengkap, ya seperti telor goreng dalam mie instan. Boleh satu atau lebih.
      Wanita lebih sering jadi obyek pembicaraan, jadi tema berbagai hal: mulai dari gambar belakang truk buntut dengan tulisan kutunggu jandamu hingga jadi alasan beberapa LSM yang mengaku memperjuangkan hak wanita
      Ya, wanita selalu menarik.
      Saya beruntung menjadi wanita di abad ini, bukan abad di mana kartini yang terkenal lewat surat-suratnya itu terpenjara dalam adatnya. Wanita abad sekarang dianggap jauh lebih mengenal tulisan, pikiran, dan kenal ilmu.
      Dan hari ini saya bertemu lagi orang yang meremehkan kami, wanita. Hal yang baru saya dapat setelah 4 tahun masuk dalam dunia ini. Selama ini saya banyak bekerja sama dengan wanita untuk menulis buku antologi (hampir tiga dari lima jumlah buku saya). Saya mengikuti lomba dan kebanyakan wanita yang mengalahkan saya. Tapi perkataan yang saya dengar barusan, bahwa laki-laki akan lebih kritis dibanding wanita: apakah benar semua orang berfikiran demikian?
      Saya tak akan membicarakan mengapa laki-laki yang punya hak menjatuhkan talak pada wanita karena semua sudah memiliki kodrat. Saya tak tahu apakah wanita mendengar dan berbicara menggunakan hati itu juga merupakan kodrat, yang jelas bukan karena semua alasan di atas menjadikan alasan wanita bakal hanya punya pena yang tumpul untuk menulis.
      Kalau boleh jujur, meski kadang saya memang sering underestimate kemampuan saya (sebagai wanita) tapi kali ini saya geram pada orang yang berkata bahwa wanita itu tak lebih kritis dari lelaki. Kemana perginya penulis wanita hebat yang saya kagumi? Berbicara wanita tidak kritis memang fit untuk keadaan saya saat ini tapi untuk penulis wanita yang lain?
       Tahun 2014 dan spekulasi tentang gender terus berlanjut. Berkembanglah terus wanita, kisahkan apa saja yang ada di kepala kalian. Walau sampai nanti kita akan jadi pelengkap, perhiasan atau obyek lain tanpa pernah menjadi subyek.

Selasa, 04 Februari 2014

Semendal

Saya tak tahu apakah semendal itu salah satu kata bahasa jawa yang masuk pepak atau tidak. Yang jelas, secara sederhana artinya  rasa ketika kamu mengingat orang tuamu saat kamu diperantauan. Ingin  menangis tak boleh, diam saja juga tak bisa: Luar biasa sakit.

Rabu, 24 Oktober 2012

Pengejar Kata yang Sangat Sensitif itu Mungkin Lupa

Ada satu sifat berupa kata, tingkat iritasinya bila diperdengarkan untuk saat ini (menurut saya) hampir mendekati sensitifitas Indonesia terhadap isu SARA. Kata ini sering terjadi pada orang sekitar kita. Mungkin juga kita termasuk pengejarnya. Ciri-ciri pengejarnya adalah pengejar biasanya memperlakukan kata itu sebagai tujuan, namun hanya sebagai hadiah tambahan  yang datang sendiri dari perilakunya. Pengejar biasanya memiliki ambisi yang begitu semerbak di antara yang lain.
Tergiurnya dengan pengakuan sosial setinggi-tingginya merupakan penyebab utama diinginkan satu kata ini. Dengan kata ini, dijamin pemiliknya memiliki kekontrasan yang absolut antara ada dan tiadanya. Segala tindak-tanduk pemilik kata ini akan terekam baik di antara orang lain. Tentu saja, semakin banyak yang mengingat semakin tebal kata ini dimiliki
Para pengejar kata  ini biasanya lupa: semakin di atas, semakin angin bertiup kencang. Akhirnya dengan segala hal yang bisa menutup angin itu;baik buruk atau baik dilakukan saja. Dan kapan hal ini berakhir? tiada yang tahu pasti.

Apakah kau tahu apa kata yang aku maksud? Bila kau tahu, jaga kata itu baik-baik, jangan kau pamerkan pada siapapun. Anggap ini rahasiaku yang kubagi kepadamu.

(dari sebuah renungan bersama Bagus dan Intan di Kehidupan Senja. Lagi-lagi ia mengajariku kehidupan)
 

(c)2009 Biskuit Kaleng. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger